Cari di blog ini

Jumat, 16 November 2012

Petrus Dwi Asmara Mahasiswa Stikes Bethesda


DIAGNOSA KEPERAWATAN MENURUT NANDA 2005

Taxonomy II : Domains, Kelas dan Diagnosis
A. Domain I : Promosi Kesehatan
Kelas 1 : Kesadaran akan Kesehatan : Rekognisi dari fungsi normal dan kesehatan
Kelas 2 : Managemen kesehatan : identifikasi, controlling, performing dan aktifitas yang terintegrasi untuk memelihara sehat dan kesehatan
Diagnosa yang berhubungan
1. Manajemen regimen terapi efektif
2. Manajemen regimen terapi tak efektif
3. Manajemen regimen terapi keluarga tak efektif
4. Manajemen regimen terapi komuniti tak efektif
5. Perilaku mencari bantuan kesehatan
6. Pemeliharan kesehatan tak efektif
7. kerusakan pemeliharaan rumah
8. Kesiapan untuk meningkatkan Manajemen regimen terapi
9. Kesiapan untuk meningkatkan nutrisi

B. Domain 2 : Nutrisi
Aktifitas untuk mengambil, asimilasi dan menggunakan nutrient untuk keseimbangan jaringan, perbaikan jaringan dan memproduksi energi
Kelas 1 : Ingesti : mengambil makanan atau nutrient kedalam tubuh
Diagnosa yang berhubungan
1. Pola makan infant tak efektif
2. Kerusakan menelan
3. Ketidakseimbangan nutrisi : kurang dari kebutuhan tubuh
4. Ketidakseimbangan nutrisi : lebih dari kebutuhan tubuh
5. Risiko terhadap ketidakseimbangan nutrisi : lebih dari kebutuhan tubuh
Kelas 2 : Digesti : aktifitas fisik dan kimia yang mengubah bahan makanan menjadi substansi yang memungkinkan diabsorpsi dan dicerna
Kelas 3 : Absorpsi: kegiatan mengambil nutrisi menuju jaringan tubuh
Kelas 4 : Metabolisme :
Kelas 5 : Hidrasi : pengambilan dan absorpsi cairan dan elektrolit
Diagnosa yang berhubungan
1. Kurang volume cairan
2. Risiko untuk kurang volume cairan
3. Kelebihan volume cairan
4. Risiko untuk ketidakseimbangan volume cairan
5. Kesiapan untuk meningkatkan keseimbangan cairan
C. Domain 3: Eliminasi
Sekresi dan ekskresi terhadap produk akhir dari tubuh
Kelas 1 : Fungsi Urinari
Diagnosa yang berhubungan
1. Kerusakan eliminasi urine
2. Retensi urine
3. Inkontinesia urine total
4. Inkontinensia urine fungsional
5. Inkontinensia urine stress
6. Inkontinensia urine tak tertahankan
7. Inkontinensia refleks urine
8. Risiko Inkontinensia urine tak tertahankan
9. Kesiapan meningkatkan eliminasi urine
Kelas 2 : Fungsi Gastrointestinal
Diagnosa yang berhubungan
1. Inkontinensia usus
2. Diare
3. Konstipasi
4. Risiko untuk konstipasi
5. Konstipasi dirasakan
Kelas 3: Fungsi Integumen/Kulit
Kelas 4 : Fungsi Respirasi : proses pertukaran gas dan pengeluaran produk akhir metabolisme
Diagnosa yang berhubungan
1. Kerusakan pertukaran gas
D. Domain 4 : Aktifitas dan Istirahat
Kelas 1 : Tidur/istirahat
Diagnosa yang berhubungan
1. Gangguan pola tidur
2. Kesulitan tidur
3. Kesiapan untuk meningkatkan tidur
Kelas 2 : Aktifitas/Kegiatan : pergerakan bagian dari tubuh (mobilitas), bekerja atau menunjukkan suatu kegiatan melawan tahanan
Diagnosa yang berhubungan
1. Risiko untuk Sindrom disuse
2. Kerusakan mobilitas fisik
3. Kerusakan mobilitas di tempat tidur
4. Kerusakan mobilitas di kursi roda
5. Kerusakan kemampuan berpindah
6. Kerusakan berjalan
7. Kurang aktifitas diversional (Hiburan)
8. Kelambatan penyembuhan pembedahan
9. Perilaku tak berubah
Kelas 3 : Keseimbangan Energi : keadaan dinamis antara pemasukan dan kebutuhan
Diagnosa yang berhubungan
1. Gangguan bidang energi
2. Kelemahan
Kelas 4 : Respon Kardiovaskuler/Pulmoner
Diagnosa yang berhubungan
1. Penurunan Curah Jantung
2. Kerusakan Ventilasi Spontan
3. Pola Nafas Takefektif
4. Aktifitas intoleran
5. Rsiko terhadap aktifitas intoleran
6. Disfungsi respon penyapihan ventilator
7. Perfusi jaringan takefektif (Spesifik : renal, cerebral, kardiopulmoner, gastrointestinal, perifer)
Kelas 5 : Perawatan Diri
Diagnosa yang berhubungan
1. Kurang perawatan diri : Berpakaian/berhias
2. Kurang perawatan diri : Mandi/hygiene
3. Kurang perawatan diri : Makan
4. Kurang perawatan diri : Toileting
E. Domain 5 : Persepsi/Kognisi
Kelas 1 : Perhatian
Diagnosa yang berhubungan
1. Pengabaian unilateral
Kelas 2 : Orientasi
Diagnosa yang berhubungan
1. Sindrom kerusakan interpretasi lingkungan
2. Wandering
Kelas 3 : Sensasi/Persepsi
Diagnosa yang berhubungan
1. Gangguan sensori persepsi (spesifikkan : visual, auditory, kinestetik, gustatori, taktil)
Kelas 4 : Kognisi
Diagnosa yang berhubungan
1. Kurang pengetahuan (spesifikkan)
2. Kesiapan untuk meningkatkan pengetahuan (spesifikkan)
3. Kebingungan akut
4. Kebingungan kronik
5. Kerusakan memori
6. Gangguan proses fikir
Kelas 5 : Komunikasi
Diagnosa yang berhubungan
1. Kerusakan komunikasi verbal
2. Kesiapan untuk meningkatkan komunikasi
F. Domain 6 : Persepsi – Diri : kesadaran akan diri
Kelas 1 : Konsep Diri
Diagnosa yang berhubungan
1. Gangguan identitas diri
2. Kelemahan
3. Risiko terhadap ketidakberdayaan
4. Ketidakberdayaan
5. Risiko terhadap kesepian
6. Kesiapan untuk meningkatkan konsep diri
Kelas 2 : Harga – Diri
Diagnosa yang berhubungan
1. Harga diri rendah kronik
2. Harga diri rendah situasional
3. Risiko terhadap harga diri rendah situasional
Kelas 3 : Citra Tubuh : pencitraan diri sendiri secara mental
Diagnosa yang berhubungan
1. Gangguan citra tubuh
G. Domain 7 : Hubungan Peran : hubungan positif dan negatif antara individu dan kelompok
Kelas 1: Peran Pemberi Asuhan
Diagnosa yang berhubungan :
1. Ketegangan pemberi asuhan
2. Risiko terhadap ketegangan pemberi asuhan
3. Kerusakan peran orang tua
4. Risiko Kerusakan peran sebagai orang tua
5. Kesiapan untuk meningkatkan peran sebagai orang tua
Kelas 2 : Hubungan Keluarga
Diagnosa yang berhubungan
1. Hambatan proses keluarga
2. Kesiapan meningkatkan proses keluarga
3. Disfungsi proses keluarga : alkoholisme
4. Risiko terhadap kerusakan kedekatan orang tua/anak
Kelas 3 : Penampilan Peran
Diagnosa yang berhubungan
1. Menyusui efektif
2. Menyusui tak efektif
3. Menyusui terganggu
4. Penampilan peran tak efektif
5. Konflik peran orang tua
6. Kerusakan interaksi sosial
H. Domain 8 : Seksualitas
Kelas 1 : Identitas Seksual
Kelas 2 : Fungsi Seksual
Diagnosa yang berhubungan
1. Disfungsi seksual
2. Pola seksualitas tak efektif
Kelas 3 : Reproduksi
I. Domain 9 : Koping/Toleransi Terhadap Stress
Kelas 1 : Respon Post-trauma
Diagnosa yang berhubungan
1. Sindrom stres relokasi
2. Risiko terhadap Sindrom stres relokasi
3. Sindrom trauma perkosaan
4. Sindrom trauma perkosaan : Reaksi diam
5. Sindrom trauma perkosaan : Reaksi gabungan
6. Sindrom post-trauma
7. Risiko Sindrom post-trauma
Kelas 2 : Respon Koping
Diagnosa yang berhubungan
1. Ketakutan
2. Kecemasan
3. Kecemasan akan kematian
4. Berduka kronik
5. Mengingkari tak efektif
6. Berduka antisipasi
7. Disfungsi berduka
8. Kerusakan penilaian
9. Koping tak efektif
10. Ketidakmampuan koping keluarga
11. Koping keluarga kompromi
12. Koping defensif
13. Koping komunitas tak efektif
14. Kesiapan untuk meningkatkan koping (individual)
15. Kesiapan untuk meningkatkan koping keluarga
16. Kesiapan untuk meningkatkan koping komuniti
17. Risiko terhadap disfungsi berduka
Kelas 3 : Neurhobehavioural Stress : respon perilaku yang melibatkan fungsi saraf dan otak
1. Disrefleksi otonom
2. Risiko untuk Disrefleksi otonom
3. Perilaku bayi takteratur
4. Risiko untuk Perilaku bayi takteratur
5. Kesiapan untuk meningkatkan Keteraturan perilaku bayi
6. Penurunan kapasitas adaptif intrakranial
J. Domain 10 : Prinsip Hidup
Kelas 1 : Nilai
Kelas 2 : Kepercayaan
Diagnosa yang berhubungan
1. Kesiapan untuk meningkatkan kesehatan spiritual
Kelas 3 : Nilai/Kepercayaan/Kesesuaian Tindakan
Diagnosa yang berhubungan
1. Distress spiritual
2. Risiko untuk distress spiritual
3. Konflik memutuskan (Spesifikkan)
4. Tidak terpenuhinya (Spesifikkan)
5. Risiko untuk kerusakan beragama
6. Kerusakan Beragama
7. Kesiapan untuk meningkatkan beragama
K. Domain 11 : Keamanan/Proteksi : terbebas dari bahaya, kecelakaan fisik atau kerusakan sistem imun.
Kelas 1 : Infeksi
Diagnosa yang berhubungan
1. Risiko terhadap infeksi
Kelas 2 : Cedera Fisik
Diagnosa yang berhubungan
1. Kerusakan membran mukosa oral
2. Risiko terhadap cedera
3. Risiko terhadap cedera posisi perioperasi
4. Risiko terjatuh
5. Risiko terhadap trauma
6. Kerusakan integritas kulit
7. Risiko terhadap kerusakan integritas kulit
8. Kerusakan integritas jaringan
9. Kerusakan pertumbuhan gigi
10. Risiko kekurangan nafas
11. Risiko aspirasi
12. Bersihan jalan nafas tak efektif
13. Risiko terhadap disfungsi neurovaskular perifer
14. Proteksi tak efektif
15. Risiko terhadap sindrom kematian bayi
Kelas 3 : Kekerasan
Diagnosa yang berhubungan
1. Risiko untuk mutilasi diri
2. Mutilasi diri
3. Risiko untuk mencederai orang lain
4. Risiko untuk mencederai diri sendiri
5. Risiko bunuh diri
Kelas 4 : Bahaya Lingkungan
Diagnosa yang berhubungan
1. Risiko keracunan
Kelas 5 : Proses Defensif
Diagnosa yang berhubungan
1. Respon alergi getah
2. Risiko terhadap alergi getah
Kelas 6 : Thermoregulasi
Diagnosa yang berhubungan :
1. Risiko terhadap ketidakseimbangan suhu tubuh
2. Termoregulasi tak efektif
3. Hipotermi
4. Hipertermi
L. Domain 12 : Kenyamanan
Kelas 1 : Kenyamanan Fisik
Diagnosa yang berhubungan
1. Nyeri akut
2. Nyeri kronik
3. Mual
Kelas 2 : Kenyamanan Lingkungan
Kelas 3 : Kenyamanan Sosial
Diagnosa yang berhubungan
1. Isolasi Sosial
M. Domain 13 : Pertumbuhan/Perkembangan
Kelas 1 : Pertumbuhan
Diagnosa yang berhubungan
1. Pertumbuhan dan perkembangan terhambat
2. Risiko terhadap pertumbuhan tidak proporsional
3. Kegagalan pertumbuhan dewasa
Kelas 2 : Perkembangan
Diagnosa yang berhubungan
1. Pertumbuhan dan perkembangan terhambat
2. Risiko untuk perkembangan terhambat

Diagnosis Keperawatan Berdasarkan NANDA 2009-2011

NANDA-I 2007-2008 berisi 188 diagnosis keperawatan, termasuk 26 diagnosis yang direvisi (misal: gangguan pola tidur — insomnia) dan 15 dianosis baru (resiko ketidakstabilan gula darah). Taksonomi masih menggunakan taksonomi II.
NANDA-I terbaru 2009-2011, berisi tambahan 21 diagnosis keperawatan baru (*), 9 diagnosis revisi dan beberapa diagnosis yang tidak digunakan lagi. Total diagnosis keperawatan sampai saat ini adalah 205 diagnosis. Biasanya NANDA-I akan direvisi setiap 2 tahun, tetapi kali ini NANDA-I menerbitkan daftar diagnosisnya untuk kurun waktu tiga tahun.

NANDA 2009-2011
NANDA-I NURSING DIAGNOSES
1. Activity intolerance – Intoleransi aktivitas
2. Risk for Activity intolerance - Resiko intoleransi aktivitas
3. Ineffective Activity planning - Rencana kegiatan tidak efektif
4. Ineffective Airway clearance - Bersihan jalan nafas tidak efektif
5. Latex Allergy response
6. Risk for latex Allergy response
7. Anxiety - Kecemasan
8. Death Anxiety
9. Risk for Aspiration - Resiko aspirasi
10. Risk for impaired parent/infant/child Attachment

Maaf, belum semuanya bisa dipublikasikan — terbentur copyright (hiks!).

Senin, 12 November 2012

DIIT HIPERTENSI



                                                DIET PADA PENYAKIT HIPERTENSI

A.    Tujuan Diet Hipertensi
Tujuan diet untuk penderita hipertensi dalah untuk membantu menghilangkan garam / air dalam jaringan tubuh dan menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi

B.     Macam Dan Indikasi Pemberian Makanan
Diet Rendah Garam I
Dalam pemasakan tidak ditambahkan garam dapur sama sekali, makanan ini diberikan pada penderita hipertensi berat (diastol > 114 mmHg.
Jenis Makanan
Berat (gram)
URT
Beras
350
5 gelas belimbing
Daging
100
2 potong sedang
Telur
50
1 butir
Tempe
100
4 potong sedang
Kacang Hijau
25
2,5 sendok makan
Sayuran
200
2 gelas
Buah
150
2 buah pisang sedang
Minyak
25
2,5 sendok makan
Gula Pasir
25
2,5 sendok makan

Nilai Gizi
Kalori
2230
Protein
75 gram
Lemak
53 gram
Hidrat Arang
36 gram
Kalsium
0,5 gram
Besi
24 mg
Vitamin A
6139 SI
Thiamin
1,2 mg
Vitamin C
87 mg
Natrium
305 mg



Contoh menu :
Pagi :
·         NASI 1 GLS BELIMBING (70 GR)
·         Telur 1 butir (50 gr)
·         Sayuran ½ gls belimbing (50 gr)
·         Minyak ½ sdk makan (5 gr)
·         Gula pasir 1 sdk makan (10 gr)
Siang dan Sore :
·         NASI 2 GLS BELIMBING (140 GR)
·         Daging 2 potong (50 gr)
·         Sayuran ¼ gls (75 gr)
·         Buah 1 buah pisang (75 gr)
·         Minyak 1 sdk makan (10 gr)

Diet Rendah Garam II
Pemberian makan sehari sama dengan diet rendah garam I, dalam pemasakan dibolehkan menggunakan ¼ sendok teh garam dapur. Makanan ini diberikan pada penderita hipertensi sedang (diastol 100 – 114 mmHg)

Contoh menu :
Pagi :
·         NASI
·          TELUR DADAR,
·         TUMIS KACANG PANJANG
·          SAYUR LODEH,
·         PAPAYA

Siang :
·         Nasi
·          ikan acar
·         Telur
·          Bacem
·          Pisang

Sore :
·         Nasidaging,
·         tempe kering,
·         sayur
 Diet Rendah Garam III
Pemberian makanan sehari sama dengan diet rendah garam I, dalam pemasakannya boleh diberikan ½ sendok teh garam dapur. Makanan ini diberikan pada penderita hipertensi ringan (diastol < 100 mmHg). Untuk mempertinggi cita rasa dapat digunakan gula, cuka, bawang merah/bawang putih, jahe, kunyit dan salam. Makanan yang dikukus, ditumis, digoreng, dipanggang lebih enak daripada direbus.

SUMBER
SUMBER HIDRAT ARANG























SUMBER PROTEIN HEWANI

























PROTEIN NABATI






SAYURAN






BUAH-BUAHAN






LEMAK





BUMBU-BUMBU













MINUMAN
Makanan yg boleh di
berikan

·         Beras
·         Bulgur
·         Kentang
·         Singkong
·         Terigu
·         Tapioka
·         Hunkwe
·         Gula

makanan yang diolah dari makanan tersebut di atas tanpa garam dapur dan soda seperti :

·         Makroni
·         Mie
·         Bihon
·         Roti
·         Biskuit
·         Kue kering

·         Daging dan
·         Ikan maks( 100 gr ) sehari
·         Telur maks (1 btr) sehari
·         Susu maks(200 gr )
sehari



















Kacang-kacangan yang di olah tanpa garam dapur





Semua sayuran
segar, sayuran yang di
awetkan tanpa garam
dapur,natrium benzoas dan soda


Semua buah-buahan segar tanpa pengawet dan tidak mengandung garam,natrium benzoas dan soda.


Minyak,margarin tanpa
garam,mentega tanpa
garam



Bumbu-bumbu segar dan
kering yang tidak
mengandung garam dapur
dan ikatan natrium










Teh, kopi.minuman botol
ringan.
Makanan yang tidak
boleh di berikan

·         Roti
·         Biskuit
·         Dan kue-kue
yang di masak
dengan garam

















·         Otak
·         Ginjal
·         Lidah
·         Sardin



·         Ikan dan telur yg di awetkan dengan garam dapur seperti
·         Daging asap
·         Ham
·         Bacon
·         Dendeng
·         Abon
·         Ikan asin
·         Ikan kaleng
·         Kornet
·         Ebi
·         Udang kering
·         Telur asin
·         Pindang


Kacang-kacangan yang
di olah dengan garam
dapur




Sayuran yang di awetkan dengan garam dan lain ikatan natrium seperti sayuran dalam kaleng :sawi asin,acar


Buah-buahan ang di awetkan dengan garam





Margarin dan mentega biasa




Garam dapur,baking
soda,vetsin dan bumbu-
bumbu yang
mengandung garam
dapur seperti :
·         Kecap
·         Magi
·         Terasi
·         Tomato
·         Petis
·         Taoce
·         Coklat

C.     Makanan Yang Sebaiknya Dihindari Adalah:
1.Makanan yang berkadar lemak jenuh tinggi (otak, ginjal, paru-paru, minyak kelapa,  gajih).
2.Makanan yang diolah menggunakan garam natrium (biskuit, craker, keripik dan  makanan kering yang asin).
3.Makanan dan minuman dalam kaleng (sarden, sosis, korned, sayuran dan buah-buahan dalam kaleng, soft drink).
4.Makanan yang diawetkan  (dendeng, asinan sayur/buah, abon, ikan asin, pindang, udang kering, telur asin, selai kacang).
5.Susu full cream, mentega, margarine, keju mayonaise, daging merah (sapi / kambing), kulit ayam.
6.Bumbu-bumbu masak yang banyak mengandung garam natrim dan MSG.
7.Alkohol dan makanan yang mengandung alkohol seperti durian dan tape.
D.    Makanan yang diperbolehkan.
Semua bahan makanan segar atau diolah tanpa garam natrium, seperti;
·         Beras, kentang, ubi, mie, maizena,  terigu, gula pasir.
·         Kacang-kacangan dan hasilnya seperti kacang hijau, kacang merah, kacang tanah, kacang tolo, tempe, tahu tawar, oncom.
·         Minyak goreng, margarine tanpa garam.
·         Sayuran dan buah-buahan.
·         Bumbu-bumbu seperti bawang merah, bawang putih, jahe, kemiri, kunyit, kencur, laos, lombok, salam, sere.